PW Pemuda Muslim Sumut Sesalkan Meninggalnya Lima Peserta Pelatihan Kopdes, Minta Pemerintah Evaluasi Total Pola Pembinaan

Pelatihan dinilai harus berorientasi pada peningkatan kompetensi manajerial, bukan mengabaikan aspek keselamatan peserta.

Foto: Suasana pelatihan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai simbol duka cita dan refleksi atas insiden yang terjadi dalam rangkaian kegiatan pelatihan (foto Ilustrasi)

MEDAN |Radar Hukum (1/7)Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslim Sumatera Utara menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas meninggalnya lima peserta dalam kegiatan pelatihan manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Organisasi tersebut meminta pemerintah menjadikan peristiwa itu sebagai bahan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

Ketua PW Pemuda Muslim Sumatera Utara, Dr. Suasana Nikmat Ginting, M.A., mengatakan insiden tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pelatihan.

Menurutnya, peserta pelatihan pada dasarnya dipersiapkan untuk meningkatkan kapasitas di bidang manajerial dan tata kelola koperasi, sehingga metode pembinaan harus disesuaikan dengan tujuan tersebut tanpa mengesampingkan aspek keselamatan.

“Jangan sampai ada lagi korban jiwa. Mereka mengikuti pelatihan untuk memperkuat kemampuan manajerial dan kedisiplinan, bukan menjalani pendidikan militer. Pendekatan kedisiplinan tentu boleh diterapkan, tetapi kondisi fisik dan kemampuan setiap peserta harus menjadi pertimbangan utama. Penyelenggara harus memastikan apakah peserta sudah terbiasa dengan aktivitas fisik seperti itu atau justru belum pernah mengikutinya sama sekali,” ujar Suasana Nikmat Ginting, Selasa (30/6/2026).

Ia menegaskan bahwa evaluasi terhadap sistem pelatihan perlu dilakukan secara komprehensif, mulai dari metode pembinaan, standar keselamatan, hingga mekanisme pengawasan selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Sekretaris Wilayah PW Pemuda Muslim Sumatera Utara, Chaerul Umam Sinaga, S.Sos., menilai setiap materi pelatihan harus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi peserta.

“Apabila suatu bentuk kegiatan ternyata tidak memberikan manfaat yang relevan dengan tujuan pelatihan, maka ke depan sebaiknya tidak lagi dilanjutkan. Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama sehingga tidak ada lagi korban dalam kegiatan serupa,” katanya.

PW Pemuda Muslim Sumatera Utara menyatakan tetap mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan memperkuat perekonomian masyarakat, termasuk pengembangan Koperasi Desa Merah Putih. Namun, organisasi tersebut berharap pelaksanaan program dilakukan dengan tata kelola yang baik, profesional, serta mengedepankan aspek kemanusiaan dan keselamatan seluruh peserta.

Pemuda Muslim Sumut juga mendorong pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pelatihan, menetapkan standar keselamatan yang lebih ketat, serta memastikan seluruh kegiatan pembinaan benar-benar berorientasi pada peningkatan kapasitas manajerial koperasi tanpa mengorbankan keselamatan peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *