JAKARTA – Radar Hukum (28/6). Gejolak internal melanda Partai Buruh. Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Ferri Nuzarli, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Tidak hanya itu, ia mengklaim sekitar 1,3 juta anggota Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) turut menyatakan keluar dari Partai Buruh.
Keputusan tersebut disampaikan Ferri pada Jumat (26/6/2026). Menurutnya, pengunduran diri dilakukan setelah melalui berbagai pertimbangan dan evaluasi terhadap dinamika internal partai.
“Setelah berbagai pertimbangan, kami melihat adanya perbedaan pandangan, sikap, dan arah perjuangan yang semakin mendasar,” ujar Ferri.
Ferri menjelaskan ORI merupakan sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang dipimpin Andi Gani Nena Wea. Organisasi tersebut juga menjadi salah satu dari 11 inisiator berdirinya Partai Buruh pada Kongres I tahun 2021.
Ia mengatakan seluruh jajaran ORI yang menduduki posisi struktural di Partai Buruh, mulai dari tingkat pusat hingga kecamatan, telah diinstruksikan untuk segera mengajukan surat pengunduran diri secara administratif.
Menurut Ferri, pengurus yang mengikuti langkah tersebut berasal dari berbagai daerah, di antaranya Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.
Ferri mengibaratkan hubungan ORI dengan Partai Buruh seperti rumah tangga yang menghadapi persoalan berkepanjangan. Berbagai upaya penyelesaian secara internal, kata dia, tidak membuahkan hasil sehingga diputuskan untuk berpisah secara baik-baik.
Ia juga mengklaim ORI dan KSPSI merupakan kekuatan terbesar di dalam Partai Buruh. Karena itu, menurutnya, pengunduran diri tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap organisasi.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Presiden Partai Buruh Said Iqbal maupun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Buruh belum memberikan pernyataan resmi terkait pengunduran diri Ferri Nuzarli beserta klaim keluarnya sekitar 1,3 juta anggota ORI dari partai.
(red./sb:CNN Indonesia dan Antara).
