Medan | Radar Hukum - (14/07)
– Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara menyoroti kondisi distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara menyusul langkah Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang mengerahkan tambahan 15 unit mobil tangki dan 30 Awak Mobil Tangki (AMT) untuk mengoptimalkan penyaluran BBM.Sekretaris PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara, Chaerul Umam Sinaga, S.Sos, mengatakan penambahan armada distribusi merupakan langkah yang patut diapresiasi. Namun, di sisi lain, kondisi tersebut menunjukkan adanya hambatan distribusi yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.
“Langkah penambahan armada tentu kami apresiasi. Namun, masyarakat juga berhak mengetahui apa yang menjadi penyebab sehingga distribusi harus diperkuat dengan tambahan armada dan personel. Transparansi sangat penting agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujar Chaerul.
Menurutnya, persoalan distribusi BBM tidak bisa dipandang sebagai masalah teknis semata. Gangguan pasokan akan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari pekerja, pelaku UMKM, sopir angkutan, nelayan, petani, hingga sektor industri yang bergantung pada kelancaran distribusi energi.
“Setiap kali terjadi antrean panjang atau keterlambatan pasokan BBM, masyarakat yang pertama merasakan dampaknya. Waktu produktif terbuang, biaya operasional meningkat, distribusi barang menjadi terhambat, dan pada akhirnya perekonomian masyarakat ikut terganggu. Karena itu, masyarakat membutuhkan kepastian pasokan, bukan hanya imbauan agar tetap tenang,” tegasnya.
Chaerul juga meminta Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM di Sumatera Utara, termasuk mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi menyebabkan keterlambatan pasokan agar dapat segera diantisipasi.
“Kami berharap evaluasi dilakukan secara serius sehingga persoalan serupa tidak terus berulang. Sistem distribusi harus diperkuat agar mampu menjamin ketersediaan BBM dalam kondisi normal maupun ketika terjadi lonjakan kebutuhan masyarakat,” katanya.
PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara berharap Pertamina terus membuka informasi secara transparan mengenai kondisi distribusi BBM, mempercepat penyaluran ke seluruh SPBU, serta memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi. Dengan demikian, aktivitas masyarakat dapat berjalan normal, dunia usaha tetap bergerak, dan stabilitas ekonomi di Sumatera Utara tetap terjaga.











